Iklan Banner

Masa Liturgi




Masa Liturgi adalah perayaan liturgi selama satu tahun. Saat ini ada satu “kalender” yang memuat seluruh perayaan di Gereja Katolik menjadi sama. Kalender itu dibuka pada hari Minggu Adven pertama dan ditutup dengan Hari Raya Kristus Semesta Alam.

Skema tahun liturgi sbb :

Masa Adven
Masa Natal
Masa Biasa I
Masa Prapaskah
Masa Paskah
Masa Biasa II

Lingkaran Tahun Liturgi dibagi menjadi 2 lingkungan, yaitu Lingkungan Natal dan Lingkungan Paskah.

Lingkungan Natal

Lingkungan Natal terdiri dari 2 masa,yaitu:

Masa Adven.

Adven artinya kedatangan. Masa Advent mulai dari Minggu ke-4 sebelum Natal. Dalam masa Adven Gereja mengenangkan kedatangan Yesus ke dunia yang terjadi dulu, menyambut kedatangan-Nya di antara kita sekarang, dan mempersiapkan kedatangan-Nya pada akhir zaman nanti.

Masa Natal

Masa ini dimulai dari perayaan malam Natal sampai hari Minggu yang terdekat dengan tanggal 6 Januari. Terdapat dua puncak perayaan Natal, yaitu seminggu sebelum dan seminggu sesudah pergantian tahun Masehi.

1) Natal, artinya kelahiran (Yesus), dirayakan tengah malam menjelang tanggal 25 Desember. Gereja menyambut Yesus sebagai anak manusia sekaligus Terang Dunia yang mengusir kegelapan dosa dan maut.

2) Epifani, artinya penampakan Tuhan, dirayakan pada tanggal 6 Januari atau dipindahkan ke hari Minggu yang terdekat. Gereja menyambut kanak-kanak Yesus yang menampakkan kemuliaan-Nya sebagai penyelamat dunia.

Lingkungan Paskah

Lingkungan Paskah terdiri dari 2 masa yaitu:

Masa Prapaskah atau masa Puasa, dimulai pada hari Rabu Abu lamanya 40 hari. Pada hari Rabu Abu diadakan ibadat penerimaan abu sebagai tanda pertobatan. olah tobat dalam masa Prapaskah ini berupa matiraga, puasa,memberi dana APP (Aksi Pusa Pembangunan), dan karya pelayanan kepada masyarakat. Minggu terakhir masa Prapaskah disebut Pekan Suci,dikhususkan untuk merenungkan sengsara dan wafat Tuhan Yesus. hari-hari renungan pekan suci meliputi:

– Minggu Palma: Yesus disambut di Yerusalem sebagi Raja.
– Kamis Putih: Yesus bersama para rasul mengadakan perjamuan malam terakhir. 
   ia mengadakan Sakramen Ekaristi.
– Jumat Agung: Yesus menderita dan wafat disalib
– Sabtu Suci: Yesus dalam makam. Tidak ada perayaan

Masa Paskah, mulai pada perayaan malam Paskah (menjelang hari Minggu Paskah) sampai dengan hari raya Pentakosta, lamanya 50 hari. pada hari ke-40 sesudah Paskah, dirayakan Kenaikan Tuhan Yesus diangkat ke Surga. Selama 9 hari sesudahnya umat beriman mengadakan novena. Dan pada hari ke-10, Gereja merayakan Pentakosta, hari raya kedatangan Roh Kudus.

Masa Biasa

Diantara lingkungan Natal dan lingkungan Paskah masih terdapat 33-34 Minggu yang disebut masa biasa. masa biasa dimulai dari hari Senin sesudah hari Minggu yang terdekat dengan tanggal 6 Januari sampai dengan hari Selasa sebelum Rabu Abu. Kemudian dilanjutkan pada hari Senin sesudah hari Minggu Pentakosta sampai menjelang hari Minggu pertama masa Adven.

dalam masa biasa ini, Gereja merenungkan berbagai karya dan sabda Yesus di luar masa lingkungan Natal dan Paskah.

Bacaan Hari Minggu dan Hari Raya

Tahun A/B/C dan Tahun I/II

Bacaan dalam perayaan liturgi/Ekaristi sudah diatur agar dalam selama 3 tahun sebagian besar isi Alkitab sudah dibacakan.

Untuk itu dibuat dua klasifikasi: Pertama, klasifikasi Tahun A/B/C, yakni klasifikasi untuk bacaan hari Minggu. Kedua, klasifikasi Tahun I/II (tahun ganjil atau tahun genap) untuk bacaan harian.

Khusus untuk bacaan Injil ditentukan sbb:

– Tahun A (1996, 1999, 2002 dst) diambil dari Injil Matius
– Tahun B (1997, 2000, 2003, dst) diambil dari Injil Markus
– Tahun C (1998, 2001, 2004, dst) diambil dari Injil Lukas.

Bacaan Injil-Injil tersebut di atas diselang-seling dengan kutipan dari Injil Yohanes.

Warna Liturgi

Untuk menandai masa-masa dan perayaan-perayaan atau pesta-pesta tertentu. Gereja mempergunakan warna-warna tertentu yang disebut warna liturgi. Adapun warna-warna yang dipakai dan maknanya adalah sebagai berikut :

Putih:

Lambang kegembiraan, kesucian, kemurnian. dipakai pada hari raya/pesta Tuhan Yesus Kristus, Bunda Maria, para malaikat, dan para pria/wanita Kudus.

Merah:

Lambang cinta kasih, api, darah, kekuatan, dan Roh Kudus. Dipakai pada hari raya Minggu Palma, Jumat Agung, Pentakosta, dan pesta para martir

Hijau:

Lambang harapan, syukur, dan kesuburan. dipakai pada masa biasa.

Ungu:

Lambang tobat, matiraga, kesedihan, keprihatinan. dipakai pada masa Adven dan Prapaskah, sering juga ada misa arwah

Hitam:

Lambang duka, berkabung. Dapat dipakai pada misa arwah dan penguburan.

Kuning emas:

Lambang kemuliaan. Pemakaiannya seperti pada warna putih

Warna-warna liturgi tersebut dapat dilihat pada pakaian imam ketika mempersembahkan misa, khususnya Stola (selempang) dan kasula (pakaian paling luar).

    Tulis
    Facebook
Iklan Banner