Iklan Banner

Syarat Pernikahan

PENDAFTARAN PERKAWINAN

Mendaftar perkawinan di sekretariat paroki minimal 5 (lima) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan.

Setelah mendaftar di buku perkawinan, tanggal pelaksanaan perkawinan tersebut langsung dibicarakan dengan pastor yang memberkati.

Formulir pendaftaran perkawinan diserahkan minimal 4 (empat) bulan sebelum pelaksanaan pemberkatan perkawinan di sekretariat paroki dalam keadaan terisi dengan lengkap.

DOKUMEN PERKAWINAN GEREJA YANG DIPERLUKAN

1. Salinan asli surat baptis terbaru. Terbaru artinya, tidak lebih dari 6 (enam) bulan 
   dari pelaksanaan perkawinan.
2. Fotokopi Sertifikat Kursus Perkawinan masing-masing 1 (satu) lembar.
3. Mengisi formulir pendaftaran perkawinan yang ditandatangani ketua lingkungan 
   calon mempelai sesuai tempat berdomisili.
4. Fotokopi KTP calon mempelai & saksi masing-masing 1 (satu) lembar.
5. Foto berwarna berdampingan Pria di sebelah kanan wanita, ukuran 4×6 
   secara melintang sebanyak 3 (tiga) lembar.
6. Fotokopi surat baptis dan surat sidi dari calon mempelai yang beragama 
    Kristen Protestan masing-masing 1 (satu) lembar.
7. Jika calon mempelai berasar dari Luar Paroki, harus menyertakan surat 
   pengantar/keterangan dari ketua lingkungannya yang mengetahui romo paroki 
   yang bersangkutan.
8. Jika calon mempelai berasal dari TNI/POLRI, harus ada surat izin 
   dari komandan/atasannya.

PERSIAPAN PERKAWINAN

Penyelidikan kanonik dilaksanakan selambat-lambatnya 2 (dua) bulan sebelum pelaksanaan perkawinan dengan syarat membawa semua dokumen-dokumen dengan lengkap.

Waktu dan pelaksanaan untuk penyelidikan kanonik dibicarakan langsung dengan pastor yang akan menyelidiki/memberkati.

Untuk mendapatkan status Liber (status Bebas) bagi calon mempelai non-Katolik, dibutuhkan 2 (dua) orang saksi pada saat Kanonik, yang mengetahui dengan sesungguhnya bahwa calon non-Katolik tersebut belum pernah menikah dan tidak sedang terkena halangan ikatan nikah atau halangan-halangan perkawinan lainnya.

1. Penyelidikan Kanonik dilaksanakan:
2. Katolik dengan Katolik, dilakukan dan diprioritaskan di paroki mempelai wanita.
3. Katolik dengan non-Katolik, dilakukan di paroki mempelai yang katolik.
4. Buku liturgi perkawinan dikoreksikan kepada pastor yang akan menikahkan.

Gereja tidak mengurusi catatan sipil, tetapi calon mempelai dapat melihat dokumen-dokumen yang diperlukan di point IV untuk dapat mengurus surat catatan sipil.

    Tulis
    Facebook
Iklan Banner