Iklan Banner

Sakramen Pengampunan Dosa


1. Sakramen Pengampunan Dosa adalah (a) upacara suci yang menandakan (membuktikan) bahwa Allah masih mencintai dan memelihara umat-Nya, (b) dengan cara mencari domba yang hilang, sampai Dia sendiri rela mati di salib; dan memberi pengampunan bagi anak-Nya yang kembali kepada-Nya (Lukas 15).

2. Mengapa kita percaya akan pengampunan dosa? Sebab kita percaya (a) Allah itu maha-kasih bagaikan ayah atau ibu (Yesaya 49:15) yang sayang pada anak-Nya yang durhaka (Lukas 15). Dia mengampuni 77x (Matius 18:15-20). (b) Dia serius mau mensukseskan tujuan penciptaan manusia. Mau membawa kita ke surga. Bagaikan gembala yang baik mencari domba yang hilang. Kita masih pendosa, ketika Dia mati untuk kita (Roma 5:8). (c) Allah itu mahakuasa, mampu memperbaiki kehidupan kita (d) Walaupun hati ini ingat terus akan kerusakan akibat dosa kita, dan kecewa tak habis-habisnya karenanya, seakan-akan dosa tak terampuni lagi, namun kita mengimani pula kenyataan bahwa bilamana kita bertobat dan mengaku dosa, dosa kita diampuni. Lain rasa kecewa, lain lagi kenyataan diampuni.

3. Apa itu dosa? (a) Secara agama, dosa adalah (1) melanggar Perintah Allah (2) secara tahu dan (3) mau. (b) Secara rohani, dosa adalah menolak Roh-Kudus, menolak kehendak Tuhan = menolak tujuan penciptaan, lalu “hidup dalam daging”. (c) Secara moral, dosa adalah (1) merusak kemanusiaan (2) secara tahu dan (3) mau. Dan (d) secara sosial, dosa adalah 95% hidup untuk diri sendiri (egoisme), menolak orang lain, merusak persaudaraan dan persatuan.

4. Dua cara berdosa. (a) Cara aktif merusak kemanusiaan. (b) Cara pasif, tidak memelihara dan tidak membela kemanusiaan (guilty by omission, ”Aku berdosa karena kelalaian”). Dengan dalih mulia, bersikap netral (tidak berbuat apa-apa) ketika penguasa atau sahabat merusak kemanusiaan. Dosa aktif dan dosa pasif tsb. keduanya dosa besar sebab anti-kemanusiaan (anti tujuan penciptaan manusia).

5. Apa artinya, dosa itu secara “tahu” dan “mau”? (a) Secara tahu artinya dengan sadar dan mengerti.  (b) Secara mau, artinya, dengan keputusan batin dari “dalam” hati. Tanpa paksaan dari “luar”. (c) Tapi perbuatan buruk yang dilakukan secara ”tidak tahu” bahwa itu dosa; itu bukan dosa (Lukas 23:34). Begitu pula perbuatan buruk yang dilakukan secara ”tidak mau” (tapi dipaksa, diperkosa, tanpa persetujuan batin dari “dalam” hati); itu juga bukan dosa.

6. Apa itu dosa besar dan dosa kecil? (a) Dosa besar itu melanggar Sepuluh Perintah Allah  (Puji Syukur 6) secara tahu dan mau. (b) Dosa kecil itu melanggar bagian kecil Sepuluh Perintah Allah. Contohnya, marah itu bagian kecil dari “Membunuh”. Mencontek itu bagian kecil dari “Mencuri”. Membicarakan keburukan orang lain itu bagian kecil dari “Bersaksi dusta”.

7. Apa dosa kecil harus diakukan? Ya harus. Kerusakan kecil yang banyak akan (a) mengikis kesadaran tentang baik-buruk lalu (b) akhirnya berbuat dosa besar.

8. Dasar-Injil S.Pengampunan Dosa adalah Sabda Tuhan sendiri 3x: (1) kepada Petrus (= Paus, Mat 16:13-20), (2)  kepada 12 rasul (= Uskup, Romo, Yoh 20:19-23), dan (3) kepada banyak murid (= seluruh umat, Mat. 18:15-20). Kata-kata-Nya sama “Apa yang kamu ikat di dunia ini, akan terikat di surga. Dan apa yang kamu lepaskan di dunia ini, akan terlepas di surga”. Dengan demikian tak ada dosa yang bisa dimintakan pengampunan langsung dari Tuhan, kecuali dalam situasi gawat-darurat. Semua dosa hanya bisa diampuni melalui umat Allah. Itu iman kita.

9. Sejarah: Sebelum th 400, hanya ada S.Pengampunan Dosa secara publik, di depan umat. Semua dosa merugikan masyarakat. Tapi karena akibatnya buruk (dibocorkan ke luar umat dan ditiru oleh para hadirin) maka diubah menjadi pengakuan dosa individuil di hadapan Pastor, yang mewakili sekaligus umat dan Tuhan yang menyediakan pengampunan.

10. Dua sifat S.Pengampunan Dosa adalah (a) Sifat bapa yang baik terhadap anak yang hilang. Sifat gembala yang baik mencari domba yang hilang (Lukas 15). Sifat pengampun 77x7x (Mat 18:21-22). Dan (b) sifat pengadilan (Mat 18:16-17).

11. Syarat sahnya S.Pengampunan Dosa, harus ada (a) Tobat, dan (b) Pastornya sah dan ber-wewenang untuk mengampuni dosa. Kalau 2 hal tersebut ada, S. Pengampunan Dosa, sah.

12. Cara Mengaku Dosa.

Romo, berkatilah saya, sebab saya orang berdosa.

Sudah . . . . bulan, saya tidak mengaku dosa.

Dosa saya ialah . . . . (sebaiknya sebutkan 5 dosa, sebagai bukti ada niat memperbaiki diri)

Saya menyesal sungguh atas dosa-dosa saya itu. Dan saya berjanji, dengan bantuan rahmat Tuhan, tidak akan berbuat dosa lagi. Sekarang saya mohon ampun (absolusi) dan hukuman-dosa (penitensi) yang berguna bagi saya.

13. Catatan penting: Pengakuan dosa bukan tempat konsultasi!! Carilah waktu dan tempat lain.

14. Rahmat S.Pengampunan Dosa = Rahmat Pengudus dan Rahmat Pembantu.

Contohnya. Pulih nya hubungan mesra dengan Tuhan dan sesama. Rasa bahagia karena diampuni. Optimisme. Kekuatan memulai hidup baru. Rajin berdoa dan aktif di Lingkungan. Kebencian terhadap dosa. Peka terhadap dosa. Keberanian untuk melawan kejahatan & menyebarkan kebaikan.

Contoh lain. “Sebelum pengakuan dosa, saya mencuri 100x sebulan, dan setelah berkali-kali pengakuan dosa, saya masih mencuri 95x sebulan. Percuma mengaku Dosa, tak ada perubahan berarti. Maka saya tak mau mengaku dosa lagi”. Lho ada perubahan kuantitatif & kualitatif.

Perubahan kuantitatif, berkurang jumlahnya, dari 100x menjadi 95x.

Perubahan kualitatif, artinya, tadinya mencuri tanpa rasa salah malah bangga, tapi sekarang  mencuri dengan takut-takut, malu dan sangat menyesal.

RD B. JUSTISIANTO.

Sumber : https://www.santoyakobus.org/2015/2012/03/sakramen-pengampunan-dosa/

Terima Kasih Sudah Membaca Artikel : Sakramen Pengampunan Dosa. Silahkan Dibagikan...!

Potret Stasi St. Fransiskus Segonde

Media Informasi Kegiatan Umat Katolik Stasi St. Fransiskus Segonde, Dalam Segala Aspek, Baik Secara Jasmani maupun Rohani
Previous
« Prev Post

Tulisan Terkait

    Tulis
    Facebook
Iklan Banner